Peluang Bisnis
Diposting tanggal: 17 Maret 2014

Potensi dan peluang investasi di Kota Palangka Raya, cukup menjanjikan diantaranya pertambangan, perkebunan dan pertanian yang tersebar di Kecamatan Rakumpit dan Kecamatan Bukit Batu. Sampai dengan April 2010 ini, terdapat 7 (tujuh) Kuasa Pertambangan (KP) yang terdiri dari 1 (satu) buah KP Batu Bara dan selebihnya Zirkon dengan status eksploitasi sebanyak 6 (enam) buah dan 1 (satu) sisanya masih eksplorasi.

Potensi pertambangan lainnya adalah usaha pertambangan bahan galian C (berupa galian pasir) yang lokasinya tersebar di Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Sabangau, dan Kecamatan Jekan Raya. Dari 24 perijinan kegiatan dan usaha pertambangan bahan galian golongan C yang terdaftar, sampai dengan bulan April 2010 ini, terdapat 14 yang masih berproduksi — 8 (delapan) di Kecamatan Bukit Batu, 2 (dua) di Kecamatan Jekan Raya, 4 (empat) di Kecamatan Sabangau.

Untuk bidang perkebunan terdapat 4 (empat) perusahaan perkebunan besar swasta kelapa sawit dengan luas lokasi secara keseluruhan berjumlah sekitar 55.800 Ha, dimana 2 (dua) perusahaan masih berstatus arahan lokasi, 1 (satu) perusahaan sedang dalam proses pengajuan permohonan arahan lokasi, dan 1 (satu) lagi dalam proses permohonan persetujuan prinsip perkebunan kelapa sawit. Dari Luas Wilayah Kota Palangka Raya 2.687,51 km² luas kawasan yang memungkinkan untuk diusahakan dan dimanfaatkan di Kota Palangka Raya seluruhnya seluas ± 1.867.700 Ha.

Bila dilihat dari besarnya nilai investasi yang ada di Kota Palangka Raya sampai dengan akhir tahun 2009, khususnya nilai investasi dari PMA/PMDN yang mendapat fasilitas dari pemerintah adalah sebagai berikut:

Untuk PMDN Fasilitas, dari rencana investasi sebesar 132,739 milyar rupiah, terealisasi sebesar 29,894 milyar rupiah. Sedangkan untuk PMA Fasilitas, dari rencana investasi sebesar 38.900, 53 ribu dollar + 180.812,57 ribu rupiah, terealisasi sebesar 606 ribu dollar + 165.910 ribu rupiah.

Investasi PMDN Fasilitas sebagian besar adalah pada sektor jasa, seperti jasa telekomunikasi, televisi, pariwisata, pertambangan, perdagangan, hypermart dan restoran, serta konsultan. Sedangkan untuk PMA Fasilitas, pada sektor industri kayu, industri karet, perhotelan, real estate dan jasa lainnya.